Bubur Sagu Lezat Khas Maluku

Bubur Sagu Khas Maluku
Papeda adalah makanan berupa bubur sagu khas Maluku dan Papua yang biasanya disajikan dengan ikan tongkol atau mubara yang dibumbui dengan kunyit. Papeda berwarna putih dan bertekstur lengket menyerupai lem dengan rasa yang tawar. Papeda merupakan makanan yang kaya serat, rendah kolesterol dan cukup bernutrisi

Dari bubur, ketupat, hingga nasi uduk, semua berbahan dasar utama beras. Hal inilah yang menjadikan papeda istimewa. Menu sarapan khas masyarakat Maluku ini diolah dari tepung sagu, alias ’nasinya’ orang Maluku. Bubur bertekstur kenyal ini disajikan dengan kuah kuning yang dibuat dari kaldu ikan tongkol dengan bumbu rempah-rempah. Sementara itu, rasa asam yang segar didapat dari perasan jeruk nipis yang ditambahkan ke dalam kuah.

Bayangkan, papeda yang bertekstur kenyal dengan kuah asam yang berpadu sempurna dengan daging ikan yang lembut di mulut Anda. Ah! Rasanya tidak sabar untuk menikmati suapan kedua. Cita rasanya yang segar, sangat pas untuk membangkitkan semangat di pagi hari.

Selain tongkol, ada beberapa ikan yang bisa dinikmati dengan papeda, seperti ikan gabus, kakap merah, bubara, hingga ikan kue. Selain kuah kuning dan ikan, bubur papeda juga dinikmati dengan sayur ganemo yang diolah dari daun melinjo muda yang ditumis dengan bunga pepaya muda dan cabai merah. Cubitan rasa pahit dan tekstur bunga  pepaya yang renyah makin memanjakan lidah Anda dengan stok rasa yang istimewa. Selain menjadi menu sarapan khas Maluku, bubur papeda juga merupakan makanan khas saudara kita di Papua.

Dalam 100 gram sagu, terkandung energi sebesar 209 kkal, protein 0,3 gram, karbohidrat 51,6 gram, lemak 0,2 gram, kalsium 27 miligram, fosfor 13 miligram, dan zat besi 0,6 miligram. Selain itu di dalam Tepung Sagu juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,01 miligram dan vitamin C 0 miligram. Berdasarkan kandungan-kandungan tersebut, sagu bermanfaat sebagai sumber utama karbohidrat atau makanan pokok, mengatasi pengerasan pada pembuluh darah, mengatasi sakit pada ulu hati, dan perut kembung. Selain itu, kandungan indeks glikemik yang rendah pada sagu membuatnya aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus. Tingginya kadar serat dalam sagu berperan sebagai pre-biotik, menjaga mikroflora usus, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi resiko terjadinya kanker usus, mengurangi resiko terjadinya kanker paru-paru, mengurangi resiko kegemukan atau obesitas serta memperlancar buang air besar. Mengonsumsi Papeda secara rutin dipercaya mampu menghilangkan penyakit batu ginjal karena sifat Papeda yang dapat berperan sebagai pembersih organ-organ didalam tubuh manusia.[7] Bagi yang sering merokok,dianjurkan juga mengkonsumsi makanan khas Papua yang satu ini karena dapat secara perlahan membersihkan paru-paru.