Di Korea Rp 500 Juta, Masuk Indonesia Kia Stinger Bisa Rp 1 M

Kia membuktikan diri sebagai pabrikan yang patut diperhitungkan. Selain fokus mengembangkan mobil-mobil dengan kualitas Eropa, pabrikan Korea Selatan ini belum lama ini meluncurkan sportscar bernama Stinger.

Lahirnya sportscar Kia Stinger tak lepas dari tangan dingin Albert Biermann, yang merupakan sosok yang punya pengaruh besar di divisi M Power BMW sebelum berlabuh ke mobil nasional kebanggaan rakyat Negeri Gingseng.

Nah, setelah resmi meluncur adakah peluang Kia Stinger masuk ke Indonesia?
Bussines Development General Manager Kia Mobil Indonesia (KIA) Harry Yanto belum berencana membawa sportscar tersebut ke pasar dalam negeri. Meskipun pihaknya tak menampik tengah mempertimbangkan soal debut Kia Stinger.

“Ya masih kami pertimbangkan, ada beberapa aspek yang perlu dikaji sebelum membawa Kia Stinger ke sini,” kata Harry

Dia membeberkan salah satu faktor yang dipertimbangan tentu saja soal harga. Mengingat, Kia Stinger menyediakan pilihan mesin 3,3 liter turbo.

“Kalau dibawa ke sini, berapa harganya. Apalagi kena pajak PPnBM karena memakai mesin di atas 3 liter,” paparnya. Artinya, KMI masih perlu memikirkan banyak faktor sebelum membawanya ke Indonesia.

Sebagaimana diketahui Kia Stinger hadir dalam tiga pilihan mesin: 2.0 liter turbo bensin 3,3 liter biturbo bensin, dan 2.2 liter turbo Diesel. Seluruh mesin tersebut dikawinkan dengan transmisi otomatis delapan-percepatan.

Mesin 2.0 liter turbocharged memproduksi tenaga 255 PS pada 6.200 rpm dan torsi 353,04 Nm pada 1.400-4.000 rpm. Kemudian, mesin 3.3 liter twin-turbo menjanjikan tenaga 370 PS pada 6.200 rpm dan torsi 509,95 Nm pada 1.300-4.500 rpm.

Sedangkan pada pilihan mesin Diesel 2.2 liter turbocharged, Kia Stinger bisa memproduksi tenaga 202 PS pada 3.800 rpm dan torsi 441,30 Nm pada rentang 1.750-2.750 rpm.

Baca Juga  Sukses Honda dengan Mesin VTEC Turbo

Lebih lanjut, Kia Stinger punya headlamp LED, velg alloy 19 inci, empat pipa knalpot, sistem infotainment berbasis 8 inci dengan dukungan fitur navigasi, 15 speakers Lexicon, head-up display, around view monitor, dan sarung jok kulit Nappa.

Kemudian, mobil ini juga memiliki electronic parking brake, Forward Collision Assistance (FCA), Lane Keeping Assist (LKA), dan Highway Driving Assist (HDA).

Menyoal harga, Kia Stinger paling murah dibanderol 35 juta won atau setara Rp 414,7 juta dan paling mahal 49 juta won atau sekitar Rp 580,6 juta. Namun jika masuk ke Indonesia harganya bisa melambung hingga dua kali lipat.

“Kita sedang studi harga berapa, kalau sedan sport ini pajaknya lebih tinggi dari MPV jadi kemungkinan Rp 1 miliar lebih,” kata Brand Development General Manager Kia Mobil Indonesia, Harry Yanto di Jakarta.

Harry tak menampik pihaknya bakalan mendatangkan Stinger ke Indonesia.

“Kita sih mau masukin, saya sudah rasain mobilnya bagus, handlingnya enak tarikannya enak perfect deh,” jelas Harry.

Di Korea Selatan, KIA Stinger ditawarkan dengan tiga pilihan mesin yakni mesin bensin turbo 2.0 liter, mesin bensin biturbo 3.3 liter dan mesin diesel turbo 2.2 liter. Pilihan mesin tersebut dikawinkan dengan transmisi otomatis 8 percepatan dengan penggerak semua roda atau penggerak roda belakang.

Mesin bensin turbo 2.0 liter mampu menyemburkan tenaga hingga 255 PS dengan torsi maksimal 353 Nm. Sementara mesin biturbo 3.3 liter bertenaga maksimal 370 PS dan torsi maksimal 510 Nm. Dan mesin diesel turbo 2.2 liter memiliki tenaga maksimal 202 PS dan torsi 441 Nm.

KIA Stinger merupakan versi produksi massal dari konsep KIA GT. Sedan sport yang mampu menampung lima penumpang ini siap meramaikan pasar mobil sport yang didominasi oleh produsen asal Eropa. KIA menjanjikan Stinger menjadi mobil produksi massal yang memiliki performa tinggi dalam sejarah KIA.

Baca Juga  Penyebab Mobil Keluar Asap Putih atau Hitam

KIA Stinger memiliki dimensi panjang 4,8 meter dan lebar 1,87 meter dengan jarak sumbu roda (wheelbase) 2,9 meter. Dengan jarak sumbu roda yang panjang tersebut, mobil ini menyajikan ruang kabin yang luas