Generasi Baru Nissan Leaf Mulai Masuk Eropa

New Nissan LEAF akhirnya resmi diperkenalkan. Mobil listrik zero emission ini disebut-sebut sebagais standar baru untuk kendaraan berbahan bakar non fosil.

“New Nissan LEAF menjadi sentral dari Nissan Intelligent Mobility, yang merupakan strategi utama kami untuk masa depan Nissan,” ujar Hiroto Saikawa, Presiden dan CEO Nissan

Dia menjelaskan New Nissan LEAF diklaim memiliki jarak tempuh lebih baik plus pepaduan evolusi teknologi swakemudi, seperti ProPILOT Park, serta pengoperasian e-Pedal yang mudah.

“Mobil ini memiliki banyak kelebihan yang akan diwujudkan oleh model-model Nissan masa depan,” tukas Saikawa.

Berikut ini fitur yang disematkan di New Nissan Leaf.

E-powertrain paling canggih

Berdasarkan pengujian di Jepang, New Nissan LEAF memiliki jangkauan tempuh 400 km. Hal ini dimungkinkan dari keberadaan E-powertrain yang  memberi Nissan LEAF keluaran daya 110 kW dan torsi 320 Nm, meningkatkan akselerasi dan kenikmatan berkendara

Evolusi teknologi swakemudi 

New Nissan LEAF mengadaptasi teknologi swakemudi ProPILOT, yang bekerja pada satu jalur di jalan bebas hambatan.

New Nissan LEAF juga memiliki ProPILOT Park. Saat diaktifkan, teknologi ProPILOT Park akan mengendalikan kemudi, akselerasi, pengereman, perubahan shift dan rem parkir, untuk secara otomatis membimbing mobil ke area parkir yang dituju. Ini memungkinkan pengemudi untuk parkir dengan aman dan mudah, termasuk di area parkir paralel.

 

e-Pedal

Teknologi e-Pedal yang revolusioner pada New LEAF mengubah cara orang mengemudi.

e-Pedal memungkinkan pengemudi mulai berkendara, mempercepat, melambat dan berhenti, hanya dengan menaikkan atau menurunkan tekanan kaki pada pedal.

New Nissan LEAF akan mulai dijual pada 2 Oktober di Jepang. Model ini dijadwalkan untuk pengiriman pada bulan Januari 2018 di Amerika Serikat, Kanada dan Eropa.

Setelah Jepang, kini generasi kedua Nissan Leaf resmi meluncur untuk pasar Eropa. Mobil listrik terbaru ini datang dengan ragam fitur baru, termasuk sistem semi-otonom dari teknologi Nissan ProPilot.

Baca Juga  BMW Belum Berminat Boyong X5 Hybrid ke Indonesia

Dilansir dari Carscoops, dari semua spesifikasi yang disajikan, fitur utama pada generasi kedua ini adalah Driving Range. Melalui fitur tersebut, Nissan mengklaim Leaf mampu menempuh jarak sejauh 378 km, lebih jauh dibandingkan model sebelumnya.

Nissan Leaf disokong dengan motor listrik EM57 yang mampu memproduksi daya hingga 110 kW atau setara dengan 147 tk dengan torsi 320 Nm. Tenaga baru tersebut membuat Leaf mampu berakselerasi dari titik diam ke 100 km dalam waktu 8,2 detik, 3,2 detik lebih responsif dari pendahulunya.

“Nissan Leaf merupakan 100 persen mobil listrik paling canggih. Ini adalah ikon dari Nissan Intelligent Mobility, visi kami untuk masa depan. Mobil ini mampu membuat anda lebih percaya diri dan terhubung dibandingkan kendaraan listrik arus utama lainnya,” kata Senior Vice President of Sales and Marketing Nissan Eropa Philippe Saillard.

Baterai Li-ion 40kWh terbaru dapat menampung daya lebih cepat. Dalam kondisi kosong, pengisian menggunakan 50kW fast charger mampu menyentuh angka 80 persen dalam waktu 40 menit. Jauh lebih cepat dibandingkan menggunakan charger model lawas yang hanya berdaya 7,5 kW.

Fitur ProPilot, berfungsi seperti asisten yang membantu pengendara, mulai dari akselerasi, pengereman, perubahan transmisi kecepatan, serta rem parkir. Sementara fungsi ProPilot Park memungkinkan Leaf sepenuhnya melakukan parkir dengan otomatis.

Untuk keamanan, Nissan membenamkan teknologi e-Pedal yang membuat semua aktifitas pengemudi dikontrol dari tekanan kaki pada pedal. Nissan Leaf saat ini sudah bisa dipesan dengan harga 26.490 poundsterling, atau sekitar Rp 476 jutaan.