9 Rekomendasi Wisata Di Subang Terbaru 2018

Kabupaten Subang adalah sebuah kabupaten di Tatar Pasundan provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Subang. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Indramayu di timur, Kabupaten Sumedang di tenggara, Kabupaten Bandung Barat di selatan, serta Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang di barat.

Wilayah Kabupaten Subang terbagi menjadi 30 kecamatan, yang dibagi lagi menjadi 245 desa dan 8 kelurahan Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Subang Nomor 3 pada Tahun 2007. Pusat pemerintahan di Kecamatan Subang. Kabupaten ini dilintasi jalur pantura, namun ibu kota Kabupaten Subang tidak terletak di jalur ini. Jalur pantura di Kabupaten Subang merupakan salah satu yang paling sibuk di Pulau Jawa.

Kota ini berada di jalur ini diantaranya Ciasem dan Pamanukan. Selain dilintasi jalur Pantura, Kabupaten Subang dilintasi pula jalur jalan Alternatif Sadang Cikamurang, yang mlintas di tengah wilayah Kabupaten Subang dan menghubungkan Sadang, Kabupaten Purwakarta dengan Tomo, Kabupaten Sumedang, jalur ini bila memasuki pada musim libur seperti lebaran biasanya sangat ramai.

Kabupaten Subang ini langsung berbatasan dengan kabupaten Bandung yang berada disebelah selatan dan memiliki akses langsung yang sekaligus menghubungkan jalur pantura dengan kota Bandung. Di Jalur ini kalian akan disuguhi dengan panorama alam yang amat indah berupa hamparan kebun teh yang udaranya sejuk dan melintasai kawasan pariwisata Air panas Ciater dan Gunung Tangkuban Parahu yang cukup nyaman untuk menghilangkan penat saat kalian melakukan perjalanan.

Penduduk Subang pada umumnya adalah suku Sunda, yang menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari. beberapa kecamatan di sepanjang sungai Cipunegara yang berbatasan dengan Kabupaten Indramayu  dan Sementara itu kecamatan-kecamatan di wilayah pesisir Subang hampir semua penduduknya menggunakan bahasa Cirebon dialek Indramayu atau yang lebih dikenal dengan nama basa Dermayon Subang merupakan sebuah Kabupaten di Jawa Barat, Kabupaten ini memiliki sejuta pesona dan panaroma alam yang menakjubkan dan masih banyak yang tersembunyi, sehingga masih banyak yang belum mengetahui akan keindahan dan tempat tempat keren yang ada di Subang.

Subang punya banyak Spot objek wisata keren, mulai dari Situs budaya, situs bersejarah, spot foto foto kekinian , sampai air terjun yang sangat memanjakan mata dan harus segera kalian explore. dianugerahi potensi alam yang luar biasa, secara garis besar dibagi menjadi 3 zona utama mulai dari wisata alam, wisata pengetahuan sejarah, dan home stay ( penginapan ). Nah dari Ke 3 zona berbeda yang dimiliki oleh daerah Subang yang membuat Subang memiliki destinasi wisata yang beragam

Gedung Wisma Karya

wisata di subang

Nah kalian bila ingin berlibur sambil belajar, tempat wisata subang ini salah satunya gedung Wisma Karya, gedung tua yang menjadi ikon kota Subang itu, di salah satu ruangannya kini di gunakan sebagai museum. Sebenarnya beberapa bulan yang lalu plang museum daerah ini masih terpampang di samping kiri museum ini meskipun agak terhalang rimbun pepohonan, tapi entah kenapa sekarang plang penanda museum itu sudah dicabut.

Karenanya tidak mengherankan jika jumlah pengunjung museum ini pun dapat dihitung dengan jari. Sebagian besar warga Subang hanya tahu kalau Wisma Karya selain tempat nongkrongnya anak – anak muda, paling hanya digunakan untuk acara – acara tertentu, dari acara musik sampai hajatan warga, padahal ternyata gedung ini memiliki fungsi lebih dari itu.

Di dalam ruang pamer museum, tepatnya di sisi barat gedung Wisma Karya berbagai koleksi di tata apik dalam beberapa etalase. Subang zaman purba dapat di telusuri dari koleksi fosil hewan dan kayu zaman purba yang di simpan dalam 2 etalase. terdapat fosil kepala kijang purba, fosil kerang purba, fosil kayu purba, dan lain –lain yang berada di dalam 2 etalase tersebut.

Kehidupan manusia zaman pra sejarah di Kabupaten Subang juga dapat di telusuri disini. Pada beberapa etalase ditata peralatan yang digunakan manusia pra sejarah yang di temukan di kabupaten Subang, diantaranya adalah peninggalan pada masa perundagian atau masa dimana manusia mulai bisa mengolah logam, yaitu dengan ditemukannya berbagai jenis kapak, seperti kapak sepatu, kapak corong dan candrasa hasil temuan dari daerah Binong.

Selain itu bejana perunggu yang terbesar yang pernah di temukan di Indonesia juga terdapat disini, bejana yang biasa digunakan untuk upacara penyembahan nenek moyang ini di temukan di daerah Sagalaherang. Sejak zaman dahulu ternyata wilayah Subang sudah menjalin hubungan dengan dunia luar, hal ini tampak dengan ditemukannya berbagai perhiasan dan peralatan yang berasal dari luar negeri, seperti beragam keramik dari China dan Thailand.

Penyebaran agama Hindu – Budha di Subang dapat ditelusuri dari berbagai peninggalan seperti patung nandi (lembu) hasil temuan di Cipancar, Sagalaherang, patung Dewa Siwa (Maitreya) yang ditemukan di Patok Beusi dan berbagai peralatan dari logam / kuningan yang biasanya digunakan pada masa Hindu – Budha. Yuk kita pindah ke wisata di subang selanjutnya

Ciater Highland Resort

tempat wisata subang

Ciater Highland Resort (CHR) terletak di jalan raya Subang – Bandung, kecamatan Ciater, Subang. Lokasinya hanya sekitar 5 menit dari lokasi wisata pemandian air panas Sari Ater dan wisata ciater subang. Berbagai fasilitas yang bisa kalian gunakan diantaranya seperti: villa berbagai tipe, kolam renang, family karaoke, camping ground, restaurant, gym, billiard, futsal, grass hill dan berbagai fasilitas pelengkap lainnya di CHR, salah satu wisata di subang.

Pantai Cirewang, Legon Kulon

pantai di subang

Nah pantai di subang kali ini bernama Pantai tanjung Cirewang merupakan daya tarik utama dari lokasi wisata ini. masyarakat subang seakan mendapatkan harapan baru yang ingin menikmati keindahan pantai berpasir dan berenang di pantai cirewang dengan aman. Objek wisata di subang ini sebenarnya merupakan tanah timbul yang mulai terbentuk sekitar 13 tahun yang lalu.

Tanah berpasir seluas hampir sekitar 500m2 ini memanjang lebih dari 1 km dari timur ke barat. Tanah Tanjung Cirewang ini timbul seakan akan menjadi penghalang alami dari kampung Cirewang yang membentengi dari hempasan langsung ombak laut utara. Tanah ini mulai ada sekitar tahun 2000-an, dulu mah ini juga laut, perahu bisa lewat sini. Waktu itu malah lebih luas tanahnya, ini malah sudah sedikit berkurang.

Pemberian nama pada Pantai Cipta Semalam ini menginspirasi dari masyarakat setempat karena proses terbentuknya ini begitu cepat. Untuk menuju pantai Cipta Semalam pengunjung harus menaiki perahu nelayan melewati sungai sekitar 1 km di tengah hutan mangrove. Hal ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang telah berkunjung ke sana. Harga jasa perahu nelayan di objek wisata subang tersebut dari mulai tempat parkir di kampung Cirewang sampai ke pantai Cipta Semalam sebesar Rp.15.000,- per orang.

Capolaga Adventure Camp

wisata ciater subang

Salah satu tempat wisata di subang yang murah yang bisa dikunjungi adalah Capolaga Adventure Camp. Hanya berjarak sekitar 2 Km dari lokasi wisata pemandian air panas Sari Ater, Capolaga menawarkan wisata alam yang asri. Rasakan sensasi suasana alami di sana. Hawa yang sejuk kaki gunung Tangkuban Parahu, suara gemericik air dan kicau burung di tengah hutan membawa ketenangan bagi siapapun yang berada di salah satu wisata di subang itu.

Di area seluas 10 hektar ini terdapat 3 buah air terjun atau curug yang dapat anda kunjungi, dari selatan ke utara secara berurut yaitu curug Karembong, curug Sawer dan curug Goa Badak. Sesuai namanya, curug yang pertama dinamai curug karembong karena menyerupai karembong (selendang) yang “dikebutkan”. Kata sebagian orang, derai airnya yang khas dapat dimanfaatkan untuk water teraphy.

Bagi Anda yang sering pegal linu dan rematik silahkan coba saja keampuhannya! Curug berikutnya adalah Curug Sawer. Curug ini meskipun tingginya hanya 5 meter, akan tetapi kalau airnya sedang besar, curug ini menyerupai bunga yang ditaburkan. Disekitar curu ini terdapat lapangan rumput cukup luas untuk lokasi camping (camping ground), sehingga anda bisa menikmati sensasi bermalam di alam bersama gemericik air curug.

Baca Juga  Tempat Wisata Religi Makam Wali Songo Di Tanah Jawa

Curug yang terakhir adalah Curug Goa Badak. Di tempat ini Anda tidak hanya dapat menikmati keindahan curug setinggi 8 meter, tetapi juga dapat menikmati kolam untuk berenang dan gua. Entah karena asal-usul apa gua ini disebut gua badak. Akan tetapi, posisinya yang berada tepat di sebelah air terjun membuat gua ini cukup menarik. Sebenarnya ada satu curug lagi di lokasi wisata ini yaitu curug Cimuja, namun saat ini akses menuju curug tersebut telah ditutup karena terlalu berbahaya bagi pengunjung.

Sesuai namanya curug ini konon sering dipakai untuk lokasi memuja atau bersemedi memohon sesuatu. Jarak tempuh antar-curug yang satu dengan lainnya, berbeda. Jarak Curug Karembong-Curug Sawer lebih kurang 250 meter, Curug Sawer-Curug Goa Badak lebih kurang 550 meter. Jadi, jika Anda mengunjungi ketiga curug tersebut, Anda sudah berjalan hampir 1 Km.

Ini adalah sebuah cara olah raga yang menyehatkan dan menyenangkan di tengah udara alam yang segar. Selain menikmati keindahan air terjun di Capolaga anda juga bisa mencoba wahana yang menantang yaitu flying fox. Selain itu Capolaga juga dilengkapi dengan fasilitas villa, kolam renang, musholla dan warung-warung kecil. Lokasi wisata ini juga kerap dipakai untuk acara gathering atau outbond perusahaan maupun keluarga besar.

Desa Wisata Cibeusi

wisata alam subang

wisata alam subang alam kali ini kalian akan disuguhi dengan pesona Gemericik air, udara yang sejuk, hamparan sawah menghijau akan menyambut anda di desa wisata Cibeusi, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang. Bukan hanya itu saja yang ada di desa wisata cibeusi, tetapi desa ini memiliki pesona alam lainnya yang memukau mulai dari curug-curug yang indah hingga tanaman padi unik yang tak ditemukan di daerah lain.

Curug Cibareubeuy, adalah curug tertinggi di salah satu tempat wisata di subang jawa barat yang berlokasi di desa wisata Cibeusi. Untuk mencapainya pengunjung harus berjalan kaki sekitar 45 menit hingga 1 jam melewati pematang sawah dan bukit. Namun jangan khawatir, pemandangan yang indah akan menemani sepanjang perjalanan menuju curug. Hamparan sawah berundak, batu-batu raksasa di tengah sawah dan sungai-sungai yang jernih akan menemani perjalanan anda.

Di beberapa lokasi juga terdapat beberapa warung yang dapat digunakan sebagai tempat untuk beritirahat sejenak. Sebelum mencapai curug Cibareubeuy, pengunjung akan melewati area Jabon. Di area ini telah dibangun saung-saung beratap ijuk yang dapat digunakan untuk beristirahat. Bagi anda yang ingin mencoba sensasi bermalam di hutan, saung – saung ini juga bisa dijadikan tempat bermalam jika anda berkunjung ke curug Cibareubeuy.

Tak jauh dari area Jabon pengunjung akan melalui kampung senyum. Sama halnya dengan area Jabon, kampung senyum sebenarnya hanya berupa saung – saung bambu beratap ijuk yang di buat oleh warga setempat bernama pak Ocid. Dari sini curug Cibareubeuy sudah terlihat. Curug ini memiliki ketinggian sekitar 70 meter. Alirannya terlihat berkelok mengikuti kontur tebing, membuat curug ini terlihat unik.

Puas menikmati keindahan curug Cibareubeuy dari dekat, pengunjung juga bisa menikmati keindahannya dari kejauhan yaitu dari sebuah menara pandang di atas pohon. Pengunjung bisa berfoto atau berselfie ria dengan latar curug Cibareubeuy dari kejauhan. Kalau berani, di lokasi yang sama pengunjung juga dapat berfoto pada sebuah ayunan yang mungkin menjadi ayunan tertinggi di Subang.

akan jauh dari menara pandang terdapat curug Pandawa. Meskipun tak terlalu besar, curug ini terlihat unik, aliran airnya melewati tebing berundak-undak. Di bawahnya dibuat sebuah taman yang tampak asri. Di area yang sama juga terdapat warung dan saung-saung ijuk yang juga bisa digunakan untuk bermalam. Lelah berjalan-jalan, pengunjung juga bisa mengisi perut dengan memesan nasi liwet di warung sekitar curug Cibareubeuy maupun curug Pandawa.

Meskipun dengan lauk seadanya nasi liwet ini dijamin akan terasa nikmat. Selain curug pandawa dan curug Cibareubeuy, di desa wisata Cibeusi juga terdapat curug Ciangin. Curug ini memiliki ketinggian 9 meter. Di bawah curugannya membentuk kolam dengan kedalaman 5 meter. Jika tak berani mandi di sana pengunjung bisa bermain air di curug kecil lainnya masih di sekitar curug Ciangin, tempat wisata di subang purwakarta.

Curug Cibareubeuy

tempat wisata di subang yang murah

Saat kalian menempuh perjalanan menuju curug Cibareubeuy mata kalian akan dimanjakan dengan pesona Hamparan sawah berundak, batu-batu raksasa di tengah sawah dan sungai-sungai berair jernih. Sungai-sungai kecil tersebut berhulu dipuncak-puncak gunung yang mengelilingi persawahan desa Cibeusi. curug Cibareubeuy ini dialiri Salah satu anak sungai itu berhulu di gunung Karamat.

Ketinggian dari destiansi wisata Curug ini sekitar 70 meter yang membelah tebing dari batu gunung Karamat. Alirannya terlihat berkelok mengikuti kontur tebing, membuat curug ini terlihat unik. Tumpahan airnya membentuk kolam kecil di bawah curug. Di kolam inilah para wisatawan biasanya bermain-main air sepuasnya. Puas dengan bermain air anda bisa beristirahat di saung – saung yang berada tak jauh dari curug.

Saung – saung bambu beratap ijuk ini di buat oleh warga setempat bernama pak Ocid. Ia bersama istrinya membangun saung – saung untuk wisatawan di lahan kebunnya yang berada tak jauh dari lokasi curug. Saung – saung ini juga dilengkapi toilet dan mushola. Bagi anda yang ingin mencoba sensasi bermalam di hutan, saung – saung ini juga bisa dijadikan tempat bermalam jika anda berkunjung ke curug Cibareubeuy.

Pak Ocid siap menemani anda bermalam di saung – saung miliknya. Ia beserta istri juga bisa menyediakan makan untuk anda selama menginap disana. Nasi liwet buatan bu Ocid dengan lauk ala kadarnya, akan terasa pas dinikmati ditengah alam terbuka. Coba pula lahang, air nira hasil sadapan pak Ocid dari pohon aren di sekitar hutan. Lahang ini disajikan dalam gelas terbuat dari bambu, sehingga menimbulkan sensasi tersendiri menikmatinya.

Kadang, pak Ocid menemani waktu makan anda dengan iringan musik tradisonal celempung yang ia mainkan. Suara celempung yang dimainkan pak Ocid terasa syahdu berpadu dengan suara alam dan gemuruh derasnya air curug. wisata subang jawa barat ini terletak di Desa Cibeusi, kecamatan Ciater. Dari lokasi wisata Sari Ater ke desa Cibeusi hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit.

Kemudian untuk mencapai pada lokasi curug anda harus berjalan kaki sekitar 1 jam dari desa Cibeusi melewati pematang sawah dan hutan. Jika kalian takut tersesat jangan khawatir, karena jalur menuju curug cibareubeuy telah ditandai oleh penduduk setempat dengan batu-batu untuk pijakan. Di beberapa tempat sudah dipasang papan petunjuk arah.

Namun, jika masih belum yakin, anda bisa sering-sering bertanya kepada para petani yang akan anda temui di sepanjang perjalanan menuju curug. Lokasi menuju objek wisata di subang ini lumayan cukup jauh tapi mata kalian akan dimanjakan oleh pesona suasana pesawahan yang asri dan aliran sungai jernih jadi kalian tidak akan merasa bosan ketika menempuh perjalan menuju curug Cibareubeuy ini. Sesekali anda juga bisa beristirahat di batu-batu raksasa yang banyak terdapat di sana.

Penangkaran Buaya Blanakan

tempat wisata di subang purwakarta

Wilayah Subang memang kaya akan potensi wisata. Pegunungan di selatan Subang sudah lama menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Subang. Demikian pula di pantura selain wisata pantai dan wisata kuliner ikan lautnya, di pantura Subang juga terdapat destinasi wisata yang atraktif, yaitu penangkaran buaya Blanakan. Penangkaran buaya Blanakan ini dikelola oleh Perum Perhutani Unit III Jawa Barat.

Di wana wisata ini pengunjung dapat melihat ratusan buaya dalam berbagai ukuran yang ditempatkan pada kolam-kolam sesuai kategori umurnya. Disini terdapat 23 kolam penangkaran yang menampung 407 ekor buaya  Dari jumlah tersebut 372 ekor berjenis kelamin jantan dan hanya 35 ekor saja yang betina. Sedangkan 83 ekor lainnya belum dapat diidentifikasi jenis kelaminnya karena umurnya masih di bawah 4 tahun.

Baca Juga  23 Wisata Pantai Di Banyuwangi Paling Memukau

Buaya-buaya di Blanakan biasanya diberi makan setiap 2 hari sekali. Menurut Ajat, jika diberi makan setiap hari justru malah tidak dimakan. Biasanya pakan utama buaya-buaya tersebut adalah ikan laut yang kebetulan sangat melimpah di sana karena berdekatan dengan tempat pelelangan ikan Blanakan. Atraksi utama di wana wisata Blanakan adalah 2 ekor buaya jantan berukuran raksasa yang bernama Baron dan Jack.

Kedua buaya tersebut sudah berumur sekitar 33 tahun, yang merupakan buaya generasi pertama yang ditangkar di sana, Baron berukuran sekitar 5.5 meter, sedangkan Jack memiliki panjang lebih dari 6 meter dan berat keduanya hampir 700 Kg traksi memberi makan kedua raksasa inilah yang paling ditunggu para pengunjung. Wisatawan bisa membeli bebek di lokasi wisata tersebut untuk selanjutnya dijadikan umpan, agar Baron dan Jack mau keluar dari persembunyiannya.

Kedua buaya ini ditempatkan pada kolam yang cukup besar bersama 5 ekor buaya betina. Di kolam tersebut Baron dan Jack memiliki daerah teritori masing-masing. Namun keduanya sudah jarang naik ke daratan. Bobotnya yang sudah terlalu besar telah menghambat pergerakan mereka. Di bagian kanan kolam sudah disiapkan tempat bertelur buaya-buaya betina berupa gundukan-gundukan jerami.

Buaya-buaya yang ditempatkan di kolam ini adalah indukan utama yang menghasilkan hampir semua anakan yang ada di wana wisata Blanakan. Setiap pengunjung yang berwisata ke Wana Wisata Blanakan dikenai harga tiket masuk Rp. 10.000,- untuk Dewasa dan Rp.7.500,- untuk anak-anak dan jika ingin melihat atraksi Baron dan Jack pengunjung dikenai biaya tambahan sebesar Rp. 8.000,-. Akses menuju lokasi wisata ini dapat ditempuh melalui jalur utama Pantura. Kemudian arahkan kendaraan menuju desa Blanakan, Kecamatan Blanakan.

Kebun Teh

wisata subang jawa barat

Tatar Pasundan (Tanah Sundanesse) benar-benar layak disebut tanah Parahyangan (Tanah Suci), karena keindahan alamnya. Sepotong keindahan alamnya dapat dilihat di Ciater, Subang, Jawa Barat yang menyajikan pemandangan gunung yang luar biasa. Pemandangan indah Ciater akan sempurna jika kita menikmatinya di pagi hari. Keindahan matahari terbit dengan pemandangan spektakuler akan membuat Anda sangat takjub.

Anda tidak perlu membawa ransel berisi peralatan untuk mendaki gunung untuk melihat matahari terbit. Anda hanya perlu menyewa vila di daerah Ciater dan bersedia bangun pagi-pagi sekali. Setelah bangun tidur, cukup buka jendela kamar Anda dan nikmati matahari yang indah terbit di atas gunung dan hamparan perkebunan teh, di kaki Gunung Tangkuban Parahu.

Jika Anda ingin mendapatkan tampilan yang lebih baik, seseorang harus pergi ke tempat yang lebih tinggi. Sekitar 700 meter dari Sari Ater, tepatnya di pinggir jalan Subang-Bandung, keindahan matahari terbit sangat indah dari tempat ini. Matahari terbit menyajikan keajaiban alam yang sempurna di Ciater. Emas semburat cahaya mewarnai sela-sela awan putih yang terlihat membeku antara perbukitan di kaki Gunung Tangkuban Parahu.

Perkebunan teh yang terkena sinar matahari pagi terlihat sangat luar biasa. Sayangnya, keindahan matahari terbit di lereng gunung Tangkuban Parahu tidak bisa dinikmati setiap pagi. Kadang-kadang, seseorang hanya bisa melihat kabut tebal yang menutupi area ini. Keindahan matahari terbit di tempat ini akan sempurna jika cuaca benar-benar cerah. Selain menikmati keindahan pemandangan yang menakjubkan, Anda juga dapat melakukan kegiatan menarik lainnya di Ciater.

Di sini, Anda dapat bersantai di pemandian air panas alami Ciater yang merupakan salah satu sumber air panas terbaik di Indonesia. Anda juga dapat menikmati arung jeram, menunggang kuda, dan kegiatan petualangan menarik lainnya di sini. Anda juga dapat mengunjungi gunung Tangkuban Parahu yang akan memakan waktu sekitar 15 menit dari Ciater. Perjalanan ke Ciater akan memakan waktu sekitar 3 jam dari Jakarta, 1 jam dari Bandung dan hanya 45 menit dari Subang, Jawa Barat.

Curug Cijalu

objek wisata subang

Objek pariwisata Curug Cijalu berada dalam kawasan cagar alam Gunung Burangrang termasuk KPH Bandung Utara. Kawasan wisata ini berada pada ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut. Menurut warga sekitar disana, jika hari saat cerah dari ketinggian kawasan tersebut kita bisa melihat kota Subang, kota Purwakarta dan Waduk Jatiluhur. Curug Cijalu memiliki ketinggian kurang lebih sekitar 70 meter.

Dari Tumpahan air yang mengalir deras telah  membelah bukit di kawasan gunung Burangrang da air tadi jatuh dan bermuara ke kolam yang berada di dasar curug. Para pengunjung biasanya bermain-main air di kolam tersebut. Namun, karena suhu airnya yang sangat dingin para pengunjung biasanya tak berlama-lama bermain air. Menurut cerita masyarakat sekitar, dahulu ada seorang pendekar yang datang dan menetap dan dulu nama curug ini bukan curug cijalu tapi nama dari curug ini dulu adalah curug Cikondang.

Hingga suatu waktu ada seorang pendekar yang datang dan menetap di sana.  Konon, menurut cerita rakyat masyarakat sekitar dulu pendekar tersebut memiliki sebuah taji (jalu) sehingga kemudian curug tersebut dikenal dengan nama curug Cijalu. Di kawasan ini masih terdapat 2 curug lainnya, yaitu curug Putri / Perempuan dan curug Cilemper. Curug Putri berada 100 meter dari curug Cijalu.

Objek wisata Curug ini dahulu bernama curug Cibuntu, namun sekarang seiring berkembangnya zaman curug ini lebih dikenal dengan curug Putri / Perempuan. Masyarakat mengibaratkan kedua curug ini seperti sepasang kekasih dengan letak yang berdekatan. Curug Cijalu dianggap sebagai curug “laki-laki” (dalam bahasa sunda, jalu artinya laki-laki) sedangkan curug Cibuntu dianggap sebagai “perempuan”nya. Curug ini tingginya hanya sekitar 30 meter.

Curug ini tak terlalu tinggi namun tampak begitu cantik serta menebarkan pesona keindahan alam, sesuai dengan namanya. Aliran air mengalir perlahan mengikuti tebing batu, menjadikan curug ini begitu eksotis di depan kamera. Curug lainnya bernama curug Cilemper. Curug ini berada sekitar 500 meter dari curug Cijalu. Curug Cilemper ini lebih tinggi sekitar 100 meter dari curug Cijalu, dan debit air curug ini lebih besar jadi air yang ditampung oleh curug ini lebih banyak.

Namun karena letaknya yang tersembunyi dan jalannya yang menuju curug ini cukup terjal sehingga tak banyak pengunjung yang sampai ke curug ini. Jika kalian para wisatawan Belum juag puas menikmati keindahan dan pesona kawasan curug di siang hari, kalian juga bisa menikmati suasana pada malam hari di curug ini dengan camping di kawasan tersebut. Dengan ditemani gemuruh suara aliran air curug yang menghantam bebatuan kalian bisa Nikmati sensasi menginap ditengah tengah hutan.

Kawasan curug Cijalu sudah dibuka sejak 1 September 1984. Menurut warga sekitar, dahulu banyak keturunan Tionghoa yang berkunjung kesini untuk berdoa. Mereka menganggap curug ini tempat mandinya para bidadari. Kawasan objek destinasi wisata curug Cijalu ini secara administratif dan geograpic masuk ke dalam wilayah Desa Cipancar, Kecamatan Serang Panjang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Curug ini dapat dicapai dari Kota Subang sekitar 37 Km ke arah selatan, atau sekitar 63 Km dari kota Bandung ke arah utara. Objek wisata curug ini sekitar 40 Km ke arah selatankalau kita dari kota Purwakarta. Dari Jalan Raya Wanayasa – Jalan Cagak Anda akan menemukan gerbang Kawasan Wisata Cijalu di daerah Serang Panjang. Kemudian Anda harus menyusuri jalan desa sepanjang 3 Km. Kalian sebelum memasuki wana wisata curug Cijalu kalian disuguhi Suasana pedesaan khas tanah pasundan dan hamparan kebun teh yang akan menyambut kalian.